Pemerataan Teknologi a la PerpuSeru

PerpuSeru merupakan sebuah kegiatan yang digagas oleh Coca-cola Foundation Indonesia (CCFI) bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF). PerpuSeru juga adalah bagian dari program Global Library initiative yang memberikan dukungan khusus pada penyediaan akses belajar berbasis teknologi / IT melalui perpustakaan termasuk Taman Baca Masyarakat (TBM).

Tujuan utama dari program PerpuSeru yaitu; menjadikan perpustakaan/taman baca masyarakat sebagai pusat belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari; pemberdayaan perempuan, pemuda, serta UMKM.

Di hadapan 24 peserta yang terdiri dari pengelola 4 (empat) TBM di kabupaten Bandung, serta orang lain yang diajak oleh pengelola dari unsur perempuan, pemuda, dan pelaku UMKM, saya jelaskan tujuan utama dari program PerpuSeru tersebut pada hari pertama Pelatihan Internet dan Komputer Dasar di TBM Sudut Baca Soreang (SBS) kemarin (15 s.d. 16 Nopember 2014).

Acungan jempol peserta Pelatihan Internet dan Komputer Dasar program PerpuSeru 2014 di TBM Sudut baca Soreang (15-16/11)

Acungan jempol peserta Pelatihan Internet dan Komputer Dasar program PerpuSeru 2014 di TBM Sudut baca Soreang (15-16/11)

Kegiatan pelatihan internet dan komputer dasar ini dilaksanakan di 76 Perpusdes/TBM di 19 kabupaten yang menjadi mitra program PerpuSeru. Mereka atau mitra PerpuSeru ini terdiri dari 70 (tujuh puluh) perpustakaan desa ditambah dengan 6 (enam) TBM. Adapun yang menjadi mentor pada pelatihan ini adalah fasilitator yang sudah dibekali sebelumnya dalam sebuah ToT, saya salah satunya.

Fasilitator PerpuSeru adalah nama yang diberikan oleh CCFI untuk mentor yang menjalankan program PerpuSeru ini. Di Bandung sendiri saya ditemani oleh dua orang teman lain; Asep Saeful Rohman, seorang dosen Unpad dan Lita aktifis Bandung Berkebun.

Adapun kaitan dengan perpustakaan dan budaya baca atau informasi literasi, Fasilitator PerpuSeru pun berkewajiban melatih para pengelola perpusdes/TBM tentang strategi pengembangan perpustakaan berbasis TIK.

Pembekalan yang dilakukan oleh CCFI lewat program PerpuSeru melibatkan pihak-pihak yang kompeten dalam pengembangan perpustakaan; Perpustakaan Nasional. Pihak lain yang takkalah penting adalah agensi yang mengaudisi para calon fasilitator program Perpuseru, yaitu Peac Bromo. Para fasilitator yang kini berjumlah 41 orang tersebar di 76 Perpusdes/TBM adalah para fasilitator yang sudah lulus dan layak terjun di masyarakat untuk mendampingi dan memberikan pelatihan-pelatihan berbasis TIK.

Pemerataan Teknologi a la PerpuSeru

Bicara pemerataan teknologi, CCFI lewat program PerpuSeru taksaja memberikan pelatihan internet dan komputer, namun mereka pun memberikan infrastrukturnya. Untuk setiap perpustakaan desa / TBM, PerpuSeru memberikan 3 (tiga) unit komputer terbaru berikut modem untuk mengakses internet dengan pulsa gratis satu tahun.

Semua unit komputer dan modem saat ini sudah berada di setiap Perpusdes/TBM, untuk Bandung sendiri seluruh unit dipusatkan di TBM Sudut Baca Soreang dan hingga tulisan ini turun, semua komputer dan modem sudah berada di masing-masing TBM yang semuanya berjumlah 6 tempat; TBM Cingcin Membaca di desa Cingcin, TBM Ciluncat Membaca di desa Ciluncat, TBM AS Lebakwangi di desa Lebakwangi, TBM Arjasari di desa Arjasari, TBM Cibungur di Bandung Barat, dan TBM Sukamulya Cerdas di kota Bandung. Dua nama terakhir akan melaksanakan pelatihan dengan agenda terpisah.

Program PerpuSeru pertama kali diinisiasi pada Oktober 2011, pada awalnya terpilih hanya 34 mitra yang tersebar di kabupaten di Indonesia. Dan pada 2014, jumlah mitra PerpuSeru meningkat menjadi 76 Perpusdes dan Taman Baca Masyarakat. Hari ini, banyak sekali potret di media sosial Facebook yang menunjukkan sudah sampainya unit komputer dari PerpuSeru di beberapa daerah termasuk di TBM Sudut Baca Soreang.

Fasilitator PerpuSeru pun akan melatih mitra program PerpuSeru mengenai advokasi, bagaimana meningkatkan akses dan penggunaaan layanan komputer dan internet. Selain itu, pengelola perpustakaan/TBM dilatih untuk bagaimana memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat atau biasa disebut dengan community engagement.

Kini, semua fasilitator tinggal bekerja dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat. Program Perpuseru dengan hibah komputer ini bertujuan guna meningkatkan akses dan penggunaan layanan komputer dan internet secara merata dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Tentu saja ini hanya salah satu cara, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan oleh perusahaan sekelas CCFI.

Ya beginilah Pemerataan a la PerpuSeru. Yes!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s