Arsip Kategori: Fasilitator

Semoga ‘Kubisa Memberi Warna

Menjalani tugas sebagai Fasilitator PerpuSeru kali ini luar biasa, apa pasal? Cilacap adalah alasannya. Luar biasa … Semenjak tanggal 3 sampai dengan 7 Februari kemarin saya berada di kota yang BERCAHAYA tersebut.

Tiba di stasiun Maos tepat pukul 12.15 (dari Bandung pukul 07.05 pagi), saya melipir masuk ke sebuah kedai kuliner, taklama dari memesan mie, dari kejauhan nampak sosok berhelm dengan kaca gelap dan tubuh cukup subur mengendarai motor bebek biru.

“Sepertinya itu Fajri.” Saya membatin.

Benar saja, setelah orang tersebut memarkirkan motornya dan membuka helm sosok yang dikenal kalem itulah yang terlihat; Fajri. Usai bersalaman akhirnya kamipun berkuliner-ria berdua. Taklama setelah sama-sama kenyang, kami sepakat untuk langsung ke Perpusda guna menemui PIC Program PerpuSeru, mas Budi Setyono.

Di tengah perjalanan, mas Fajri menunjukkan sebuah tempat di kanan jalan, tepatnya desa Kalisabuk. Di Kalisabuklah Fajri kecil tinggal bersama keluarga hingga berusia 25 tahun akhirnya berumah tangga. Ada dua tempat tinggal yang Fajri kenalkan kepada saya, selain Kalisabuk, ayah muda ini menunjukkan tempat tinggalnya yang lain; di jalan Tidar takjauh dari Perpusda.

Pada malam sebelumnya bahkan sejak roleplay (4/2) – kami; saya, Fajri dan mas Budi mendaftar apa saja yang sekiranya perlu dibuat untuk menambah kesemarakan acara Peer Learning Meeting kelak? Salah satunya adalah perlu membuat x-banner.

X Banner Peer Learning Meeting Cilacap

X Banner Peer Learning Meeting Cilacap

Adapun spanduk dalam ruangan dan ucapan selamat datang sudah dipersiapkan oleh PIC Program PerpuSeru yang takbanyak bicara; mas Budi.

Sebuah awal yang sangat baik

Pagi itu, cuaca terbilang cerah – setelah roleplay di tanggal 4 Feb 2015, PLM dilaksanakan di dua tempat; hari pertama di Perpusda Cilacap (5/2) dan di Toko Buku ECC (Elex Comic Center) pada keesokan harinya (6/2).

Dibuka langsung oleh Kabid. Perpusda, Ahmad Sahlan acara Peer Learning Meeting hari pertama berlangsung meriah. Betapa tidak, ada banyak sekali mitra Perpusda yang turut serta membuka pelaksanaan PLM. Aula dipenuhi oleh perwakilan para pemangku kebijaksan baik negeri dan swasta.

“Pagi ini PLM dihadiri oleh sponsor kita dari Cocacola Foundation Indonesia,” jelas Ahmad Sahlan. Bapak dengan rambut yang memutih dan murah senyum ini melanjutkan penjelasannya bahwa selain sponsor utama juga sudah hadir beberapa mitra penyelenggaraan PLM, seperti dari Holcim, Telkom, Dishubkominfo, Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), Disperindagkop, dan Bapermas.

Ada Retno Darmanti –akrab dipanggil mbak Retno serta Masnur Esterida Cornelia Hutauruk – akrab dipanggil Mbak Lia, turut hadir mewakili pihak PerpuSeru (CCFI). Dirasa cukup berhasil dalam rangka membangun kemitraan, mbak Lia sempat menunjukkan rasa bangganya atas perhelatan Peer Learning Meeting di Perpusda Cilacap ini.

What a great Peer Learning Meeting. Beberapa mitra seperti Telkom, Disperindag, Radio, Toko Buku, Bapermas, Holcim, diundang dan berdiskusi bagaimana mereka dapat membantu perpusdes. Sebuah awal yang sangat baik. Salut untuk mas Budi Setyono, Ade Truna, Ahmad Fajri Nida, dan bu Is.” Ungkap mbak Lia yang nampak penuh semangat.

Dialog dengan Stakeholder

Diskusi untuk membantu Perpusdes yang dimaksud oleh mbak Lia, yaitu – saat acara pembukaan telah usai, sesuai dengan rencana sebelumnya, kami Fasilitator dan PIC berdiskusi, seumpama nanti beberapa mitra hadir hal ini supaya benar-benar dijadikan kesempatan emas, bagaimana caranya terjalin komunikasi antara pemangku kebijakan dengan 3 (tiga) Perpusdes binaan Program Perpuseru. Fajri takmenyia-nyiakannya, dengan menjadi moderator – pria yang hobi badminton inipun memandu acara dialog antara audiens (para pengelola Perpusdes) dengan stakeholder.

Sama halnya dengan mbak Lia, penulis baru pertama kali ke Cilacap dan senang sekali bisa menghadiri acara PLM di sana sekaligus turut berkontribusi dengan menjadi Fasiitator Perpuseru Area 2 tersebut. Kesan pertama sungguh di luar dugaan, terdapat geliat yang luar biasa dalam membangun komitmen menjadi bagian dari proses, “Menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Peer Learning Meeting-pun Dimulai

Sebelum acara PLM berlangsung, iringan doa yang terangkum dalam rangkaian kalimat disuarakan oleh Fasilitator PerpuSeru, Fajri. Dalam doanya, ayah dari Alisha ini memanjatkan harapan agar acara senantiasa berlangsung dengan aman dan lancar.

Yaa Allah yaa Tuhan kami … Pada hari ini, Kamis, 5 Februari 2015 bertempat di Perpustakaan daerah kabupaten Cilacap – Kami para pengelola perpustakaan desa dan para mitra berkumpul belajar bersama untuk mengembangkan perpustakaan. Berilah kami kelancaran, kemudahan, dan semoga apa yang kami lakukan benar-benar menjadi amal ibadah untuk kami semua. Dan untuk keluarga kami yang ditinggalkan Engkau berikan kesehatan, kemudahan, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.

Ada tiga Perpusdes yang mengikuti acara Peer Learning Meeting selama dua hari kemarin, antara lain; desa Mrenek, desa Adipala, serta desa Mulyadadi. Jujur saja, penulis sangat canggung saat kali pertama tampil di hadapan peserta PLM. Namun, syukur sekali penulis takperlu lama berusaha untuk berbaur dengan para pengelola perpustakaan desa yang dari segi usia merata; muda dan tua semuanya ada.

Kebetulan penulis mendampingi para peserta untuk sesi 2: Capaian dan Keberhasilan dalam Pengembangan Perpustakaan Desa. Akhirnya, penulis mengetahui dari ketiga Perpusdes, mana yang berhasil mengembangkan perpustakaan yang dikelolanya. Bisa dibilang, masing-masing perpusdes memiliki program unggulannya. Seperti Mrenek yang sudah rutin meramaikan Perpustakaan dengan kegiatan yang berhubungan dengan bidang kesehatan, mereka mengadakan kegiatan rutin senam diabetes, atau desa Mulyodadi yang mulai membangun sektor UMKM, terbukti dengan merintis usaha yang berlabel, “Palm Sugar” di bawah bendera CV Ihwah Mandiri memproduksi Gula Aren Semut dan produk-produk home industry lainnya.

Pasca kegiatan PLM – keesokan harinya, tidak menyia-yiakan kesempatan emas – penulis menyempatkan diri berkunjung ke salah satu Perpusdes, yaitu Perpus Ngudi Sastra di desa Adipala. Sekaligus check-out dari penginapan, Fajri menjemput pada pukul 10 pagi dan langsung berangkat membelah jalanan pagi ke Perpusdes Ngudi Sastra. Sekira setengah jam, kami sudah sampai di lokasi.

Disambut oleh beberapa orang yang kemarin menjadi peserta PLM. Dua nama yang saya ingat; Sutinah, ibu muda yang selalu nampak riang gembira, dan Novie, ibu muda dengan sosok kalem. Penulis sempat memperbaiki salah satu unit komputer hibah program PerpuSeru dan makan siang.

Di penghujung tulisan ini penulis sangat senang sekali mendapati semuanya. Beban memfasilitasi proses saling belajar dan berbagi pengalaman antar perpustakaan terasa ringan. Pasalnya, ketiga Perpusdes nampak sudah mandiri dalam berkegiatan. Pun dengan soal memotivasi dan membangun kepercayaan diri para pengelola perpusdes. Takusah ditanya; mereka selalu siap melakukan rencana kerja demi pengembangan perpustakaan desanya masing-masing.

Semoga ‘Kubisa Memberi Warna

Semoga ‘Kubisa Memberi Warna

Takada yang sia-sia, jarak Bandung – Cilacap menjadi bermakna, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Ahmad Sahlan – Kabid. Perpusdes Cilacap pernah berkata saat di ruangan kerja pada obrolan siang hari, “Saya harapkan kita bisa berkomunikasi dengan baik. Senang rasanya bisa memiliki pemikiran yang sejalan dengan teman-teman fasilitator.” Saya pun membalasnya, “Semoga saya bisa memberi warna dalam menjalankan Program Perpuseru di sini (Cilacap-red).” Lalu, Fajri dan pak Sahlan pun mengamini.

Nah, semoga pembaca pun sudi ‘tuk mengamini …

Iklan

Pemerataan Teknologi a la PerpuSeru

PerpuSeru merupakan sebuah kegiatan yang digagas oleh Coca-cola Foundation Indonesia (CCFI) bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF). PerpuSeru juga adalah bagian dari program Global Library initiative yang memberikan dukungan khusus pada penyediaan akses belajar berbasis teknologi / IT melalui perpustakaan termasuk Taman Baca Masyarakat (TBM).

Tujuan utama dari program PerpuSeru yaitu; menjadikan perpustakaan/taman baca masyarakat sebagai pusat belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari; pemberdayaan perempuan, pemuda, serta UMKM.

Di hadapan 24 peserta yang terdiri dari pengelola 4 (empat) TBM di kabupaten Bandung, serta orang lain yang diajak oleh pengelola dari unsur perempuan, pemuda, dan pelaku UMKM, saya jelaskan tujuan utama dari program PerpuSeru tersebut pada hari pertama Pelatihan Internet dan Komputer Dasar di TBM Sudut Baca Soreang (SBS) kemarin (15 s.d. 16 Nopember 2014).

Acungan jempol peserta Pelatihan Internet dan Komputer Dasar program PerpuSeru 2014 di TBM Sudut baca Soreang (15-16/11)

Acungan jempol peserta Pelatihan Internet dan Komputer Dasar program PerpuSeru 2014 di TBM Sudut baca Soreang (15-16/11)

Kegiatan pelatihan internet dan komputer dasar ini dilaksanakan di 76 Perpusdes/TBM di 19 kabupaten yang menjadi mitra program PerpuSeru. Mereka atau mitra PerpuSeru ini terdiri dari 70 (tujuh puluh) perpustakaan desa ditambah dengan 6 (enam) TBM. Adapun yang menjadi mentor pada pelatihan ini adalah fasilitator yang sudah dibekali sebelumnya dalam sebuah ToT, saya salah satunya.

Fasilitator PerpuSeru adalah nama yang diberikan oleh CCFI untuk mentor yang menjalankan program PerpuSeru ini. Di Bandung sendiri saya ditemani oleh dua orang teman lain; Asep Saeful Rohman, seorang dosen Unpad dan Lita aktifis Bandung Berkebun.

Adapun kaitan dengan perpustakaan dan budaya baca atau informasi literasi, Fasilitator PerpuSeru pun berkewajiban melatih para pengelola perpusdes/TBM tentang strategi pengembangan perpustakaan berbasis TIK.

Pembekalan yang dilakukan oleh CCFI lewat program PerpuSeru melibatkan pihak-pihak yang kompeten dalam pengembangan perpustakaan; Perpustakaan Nasional. Pihak lain yang takkalah penting adalah agensi yang mengaudisi para calon fasilitator program Perpuseru, yaitu Peac Bromo. Para fasilitator yang kini berjumlah 41 orang tersebar di 76 Perpusdes/TBM adalah para fasilitator yang sudah lulus dan layak terjun di masyarakat untuk mendampingi dan memberikan pelatihan-pelatihan berbasis TIK.

Pemerataan Teknologi a la PerpuSeru

Bicara pemerataan teknologi, CCFI lewat program PerpuSeru taksaja memberikan pelatihan internet dan komputer, namun mereka pun memberikan infrastrukturnya. Untuk setiap perpustakaan desa / TBM, PerpuSeru memberikan 3 (tiga) unit komputer terbaru berikut modem untuk mengakses internet dengan pulsa gratis satu tahun.

Semua unit komputer dan modem saat ini sudah berada di setiap Perpusdes/TBM, untuk Bandung sendiri seluruh unit dipusatkan di TBM Sudut Baca Soreang dan hingga tulisan ini turun, semua komputer dan modem sudah berada di masing-masing TBM yang semuanya berjumlah 6 tempat; TBM Cingcin Membaca di desa Cingcin, TBM Ciluncat Membaca di desa Ciluncat, TBM AS Lebakwangi di desa Lebakwangi, TBM Arjasari di desa Arjasari, TBM Cibungur di Bandung Barat, dan TBM Sukamulya Cerdas di kota Bandung. Dua nama terakhir akan melaksanakan pelatihan dengan agenda terpisah.

Program PerpuSeru pertama kali diinisiasi pada Oktober 2011, pada awalnya terpilih hanya 34 mitra yang tersebar di kabupaten di Indonesia. Dan pada 2014, jumlah mitra PerpuSeru meningkat menjadi 76 Perpusdes dan Taman Baca Masyarakat. Hari ini, banyak sekali potret di media sosial Facebook yang menunjukkan sudah sampainya unit komputer dari PerpuSeru di beberapa daerah termasuk di TBM Sudut Baca Soreang.

Fasilitator PerpuSeru pun akan melatih mitra program PerpuSeru mengenai advokasi, bagaimana meningkatkan akses dan penggunaaan layanan komputer dan internet. Selain itu, pengelola perpustakaan/TBM dilatih untuk bagaimana memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat atau biasa disebut dengan community engagement.

Kini, semua fasilitator tinggal bekerja dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat. Program Perpuseru dengan hibah komputer ini bertujuan guna meningkatkan akses dan penggunaan layanan komputer dan internet secara merata dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Tentu saja ini hanya salah satu cara, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan oleh perusahaan sekelas CCFI.

Ya beginilah Pemerataan a la PerpuSeru. Yes!

Fasilitator Perpuseru Mengunjungi TBM Cingcin Membaca & Ciluncat Membaca

Menjadi bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan, saya pernah mempelajarinya saat di Bali kemarin. Taksaja mempelajari, justru saya dibekali ilmu pelibatan masyarakat serta advokasi oleh PerpuSeru Indonesia.

Nah, sekembalinya dari Bali, saya dan semua Fasilitator Perpuseru berkewajiban mendampingi PerpusDes di wil. masing2… Kebetulan, di wilayah Soreang, Taman Bacaan Masyarakat lah yang wajib saya dampingi …

Guna memulai pendampingan, selain sosialisasi dengan mempertemukan PIC dan 6 TBM yang akan mendapatkan perangkat komputer, saya pun kemarin sowan ke dua satu TBM; yaitu TBM Cingcin Membaca dikelola oleh bu Ruby Nurhadi dan TBM Ciluncat Membaca yang dikelola oleh ustadz energik; Gusnur Thea

Saya belum sowan ke TBM lainnya nih … Nggak sabar juga 😀